IndeksIndeks  CalendarCalendar  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Di Klaten Ada Apa? Yuk Masuk Biar Tau...

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Administrator
Administrator
avatar

Post : 51
Join : 18.09.14

PostSubyek: Di Klaten Ada Apa? Yuk Masuk Biar Tau...   28th January 2015, 9:41 am

Klaten, kabupaten kecil di antara dua kota besar Jogja dan Solo. Terletak di sebelah timur Gunung Merapi yang terkenal akan wedhus gembel-nya. Belum banyak yang tahu tentang potensi wisata di Kabupaten Klaten. Nah bagi Agan yang merasa sudah bosen dengan wisata di Jogja dan Solo atau ingin merasakan liburan dengan rasa baru, beberapa obyek wisata Klaten berikut bisa menjadi alternatif liburan Agan : wrote:

Candi Prambanan wrote:
Candi Prambanan merupakan Candi Hindu terbersar di Indonesia Berketingian 47 meter, dibangun pada abad 9, Letaknya berada 17 km arah timur Jogyakarta di tepi jalan raya menuju Solo,Candi yang utama yaitu Siwa (Tengah) Candi Brahma (Selatan) dan Candi Wisnu (utara). Di depannya terletak candi Wahana (Kendaraan) sebagai kendaraan Trimurti; Candi Angsa adalah kendaraan Brama (Dewa Penjaga); Candi Nandi (Kerbau) adalah kendaraan Siwa (Perusak) dan Candi Garuda adalah kendaraan Wisnu (Dewa Pencipta). Sebagai peninggalan kebudayaan Hindu terbesar di Indonesia, Candi Prambanan memang memiliki pesona keindahan tersendiri. Sebab selain bentuk bangunan dan tata letaknya yang menakjubkan, candi Prambanan juga menyimpan kisah sejarah dan legenda yang sangat menarik wisatawan. Tak heran bila candi yang terletak di tepi jalan raya 17 Km dari Yogyakarta menuju Solo ini menjadi obyek wisata andalan bagi kedua kota tersebut. Komplek candi yang dibangun pada abad 9 M ini memiliki tiga bangunan utama berarsitektur indah setinggi 47 meter. Ketiga bangunan tersebut melambangkan Trimurti, yaitu ajaran tentang tiga dewa utama yang terdiri dari Candi Siwa (Dewa Pelebur) di tengah, Candi Brahma (Dewa Penjaga) di selatan, dan Candi Wisnu (Dewa Pencipta) di utara. Kemudian di depan bangunan utama ini terdapat tiga candi yang lebih kecil sebagai perlambang Wahana (kendaraan) dari Trimurti. Ketiga candi tersebut adalah Candi Nandi (kerbau) yang merupakan kendaraan Siwa, Candi Angsa kendaraannya Brahma, dan Candi Garuda kendaraan Wisnu. Para wisatawan juga dapat melihat dan mengikuti kisah cerita Ramayana yang reliefnya dipahatkan searah jarum jam pada dinding pagar langkan Candi Siwa dan bersambung di Candi Brahma. Sedangkan pada pagar langkan Candi Wisnu dipahatkan relief cerita Krisnayana. wrote:

Candi Sewu wrote:
Candi Sewu merupakan Komplek Candi Buddha terbesar kedua di Indonesia setelah Candi Borobudur. Terletak di ujung paling utara dari Taman Wisata Prambanan dan membuat komplek candi yang indah dan megah ini sepi pengunjung. Di lingkungan kawasan wisata tersebut juga terdapat Candi Lumbung dan Candi Bubrah. Tidak jauh dari kawasan tersebut terdapat juga beberapa candi lain, yaitu: Candi Gana, sekitar 300 m di sebelah timur, Candi Kulon sekitar 300 m di sebelah barat, dan Candi Lor sekitar 200 m di sebelah utara. Letak candi Sewu, yang merupakan candi Buddha dengan candi Prambanan yang merupakan candi Hindu, menunjukan bahwa pada masa itu masyarakat beragama Hindu dan masyarakat beragama Buddha hidup berdampingan secara harmonis. Nama Sewu, yang dalam bahasa Jawa berarti seribu, menunjukkan bahwa candi yang tergabung dalam gugusan Candi Sewu tersebut jumlahnya cukup besar, walaupun sesungguhnya tidak mencapai 1000 buah. Tepatnya, gugusan Candi Sewu terdiri atas 249 buah candi, terdiri atas 1 candi utama, 8 candi pengapit atau candi antara, dan 240 candi perwara. Candi utama terletak di tengah, di ke empat sisinya dikelilingi oleh candi pengapit dan candi perwara dalam susunan yang simetris. wrote:

Candi Plaosan wrote:
Tak perlu terburu-buru kembali ke penginapan usai berkunjung ke Candi Prambanan, sebab tidak jauh dari candi Hindu tercantik di dunia itu anda juga akan menemui candi-candi lain yang sama menariknya. Melaju ke utara sejauh 1 km, Agan akan menemui Candi Plaosan, sebuah candi yang dibangun oleh Rakai Pikatan untuk permaisurinya, Pramudyawardani. Terletak di Dusun Bugisan Kecamatan Prambanan, arsitektur candi ini merupakan perpaduan Hindu dan Budha. Candi Plaosan merupakan dua candi kembar yang berdiri di areal tanah seluas kurang lebih 440×270 meter. Disebut kembar karena bentuk dan ukuran kedua candi ini sama. Candi yang berada sebelah utara disebut Candi Plaosan Lor sedangkan yang di sebelah selatan disebut Candi Plaosan Kidul. Kedua candi ini memiliki panjang sekitar 15 meter, lebar 10 meter, dan tinggi 15 meter. Pembeda kedua candi ini adalah ornamen dan reliefnya masing-masing. Jarak antara Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul hanya sekitar 20 meter dan dipisahkan oleh sebuah tembok pembatas dari batu yang mengelilingi masing-masing candi. wrote:

Muesum Gula Gondang Winangun wrote:
Wisata Agro Gondang Winangoen adalah sebuah kawasan wisata yang terletak di jalur utama Solo- Jogja, tepatnya di PG. Gondang Baru desa Plawikan, Jogonalan Klaten. Agrowisata ini menawarkan beberapa wahana dan obyek wisata menarik yang kental dengan nuansa Historis yang dipadu dengan unsur Rekreasi dan Edukasi. Beberapa fasilitas yang ditawarkan di Wisata Agro Gondang Winagoen ini antara lain adalah Tour keliling Pabrik Gula “Tempo Doeloe” dengan Museum Gula Jawa Tengah yang berdiri tahun 1982, Wisata Kereta Lokomotif Uap dan Kereta Lokomotif Diesel mengelilingi pabrik gula Gondang Baru, Home Stay yang merupakan rumah besar Administratur dengan arsitektur abad 19 nya yang megah, D'Gonda Resto yang menyajikan berbagai makanan & minuman produk hilir PTP Nusantara IX (Persero). Didalam museum dipamerkan peta perkebunan gula yang ada diseluruh Jawa Tengah, termasuk semua pabrik gula yang masih beroperasi maupun tidak beroperasi. Diperkenalkan juga cara menaman tebu serta proses pemanenan di sawah, banyak foto-foto menjadi informasi yang berharga tentang perkebunan gula jaman dulu, keadaaan gedung pabrik ketika masa awal didirikan. Selain itu di museum gula Jawa Tengah juga dipamerkan beberapa alat sederhana yang berfungsi untuk bercocok tanam tebu hingga alat untuk memanen seperti cangkul, sabit, dan lain-lain. Termasuk jenis-jenis tebu yang ada di perkebunan di jawa tengah dari kualitas biasa hingga super. Tak lupa hama seperti macam-macam tikus yang mengganggu tanaman tebu, beberapa jenis tanaman yang menjadi gulma penganggu tanaman juga disajikan di Museum Gula Jawa Tengah. wrote:

Umbul Ponggok wrote:
Asal kata Umbul Ponggok berasal dari Umbul yang berarti mata air, dan Ponggok yang merupakan nama Desa tempat Umbul ini berada. Umbul Ponggok terletak di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Umbul Ponggok adalah kolam pemandian terbesar di Klaten, dengan luas sekitar 6000 m2. Keberadaan Umbul Ponggok sudah ada sejak jaman ratusan tahun lalu, pada jaman dahulu Umbul Ponggok digunakan untuk pengairan perkebunan tebu, dan pada saat ini fungsi Umbul Ponggok adalah sebagai objek pemandian umum. Pemandangan Umbul Ponggok tampak luar terlihat seperti kolam renang pada umumnya, dengan satu kolam besar yang dikelilingi pohon-pohon besar disekitar area. Kelebihan Umbul Ponggok dibanding kolam renang adalah air dari Umbul ini berasal dari mata air yang tepat berada dibawah Umbul, oleh karena itu air di Umbul Ponggok sangat jernih dan bersih, sehingga dari atas umbul kita bisa melihat dasar dari Umbul Ponggok dengan sangat jelas. Kelebihan lain dari umbul ini adalah dasar dari Umbul Ponggok didominasi oleh bebatuan, kerikil, lumut dan pasir sehingga terlihat seperti didalam laut. Kelebihan yang terakhir dari Umbul Ponggok adalah kolam ini berisi ratusan ikan air tawar dengan ukuran sebesar jari kelingking hingga paha orang dewasa, ikan-ikan di umbul ini tidak berbahaya, justru mereka sudah terbiasa dengan kehadiran manusia. Tidak salah jika Umbul Ponggok adalah sumber mata air bernuansa dalam laut, dengan ratusan ikan, bebatuan besar, pasir didasar umbul, air yang sangat jernih, dan jika matahari sedang terik, sesekali cahaya matahari masuk ke air memperjelas keindahan dari Umbul Ponggok. wrote:

Obyek Mata Air Cokro (OMAC) wrote:
Menjadi obyek wisata unggulan pemkab Klaten, Obyek wisata Umbul Ingas atau Umbul Cokro yang menempati lahan seluas 15.000 meter persegi terletak di pinggir aliran Kali Busur di Kecamatan Tulung, Klaten. Lokasi ini kurang lebih terletak 15 km di sebelah barat Kota Solo dan dapat dengan mudah ditempuh dengan kendaraan pribadi melalui jalur Solo – Kartosuro – Cokro. Satu hal yang membuat kawasan Obyek Wisata Mata Air Cokro Tulung sangat terkenal adalah konsep lokasi wisata yang tampak alami dan berbeda dengan lokasi wisata air yang ada di Solo Raya. Air jernih dan segar yang mengalir di sungai di dalam pemandian ini berasal dari Umbul Ingas atau sumber mata air Cokro yang tertutup di sudut utara pemandian. Kini Obyek Wisata Mata Air Cokro Tulung juga telah dikenal dengan Water Boom Cokro. Fasilitas hiburan air seperti water sliding, flying fox, taman air, pancuran, kolam bermain, hingga lapangan parkir, gardu-gardu berteduh dan jembatan baru ditambahkan ke dalam lokasi wisata ini. Dan yang hingga kini juga masih menjadi khas dari kawasan ini adalah jembatan gantung yang menjadi pintu masuk Obyek Wisata Mata Air Cokro Tulung. Jembatan gantung berwarna biru yang melintas di atas Kali Busur ini seakan menjadi ikon yang mampu memberikan kenangan tersendiri bagi mereka yang pernah berkunjung ke sana. wrote:

Rowo Jombor wrote:
Puas berkeliling Klaten jangan lupa mampir ke Warung Apung Rowo Jombor. Terletak di antara perbukitan kapur di Desa Krakitan, Bayat, Kabupaten Klaten, sebuah daerah cekungan luas mampu menampung genangan air hingga 4 juta m³. Sempat difungsikan sebagai waduk, pada masa penjajahan Jepang, kini daerah itu berkembang menjadi kawasan wisata unggulan. Sejak tahun 1987 kawasan ini dijadikan sebagai kawasan budidaya ikan air tawar. Selang satu dekade kawasan budidaya ikan itupun menjelma menjadi kawasan wisata alam dan kuliner yang cukup terkenal. Di kawasan wisata kuliner Rowo Jombor, kuliner ikan air tawar, setidaknya terdapat 20-an warung yang berdiri. Seluruh warung di kawasan itu dikonsep mengapung layaknya perahu. Untuk mencapai warung itu sebuah getek bambu digunakan untuk mengangkut pengunjung. Sensasi yang diberikan? Pengunjung dapat menikmati sajian berbagai masakan ikan air tawar di tengah danau. Merasakan goyangan lembut air danau sembari menyantap sajian berupa ikan nila, lele, bawal, atau guramih. Langsung di lokasi mereka dibudidayakan dalam karamba-karamba di sekitar danau. Selain dikenal luas sebagai kawasan obyek wisata kuliner Klaten, Rowo Jombor Klaten juga dikenal sebagai titik memancing oleh beberapa pemancing. Karena itu tidak mengherankan jika saat mengelilingi danau ini pengunjung akan menemui banyak pemancing menunggui keberuntungan mereka. Konsep memancing juga disuguhkan oleh pengusaha warung apung di dalam tempat usaha mereka. Sembari menunggu pesanan masak, pengunjung dapat memancing ikan dari tempat duduk mereka. Beberapa lokasi warung bahkan menjanjikan lokasi yang pas untuk menikmati pemandangan alami kawasan wisata yang mulai dirintis pada tahun 1998 itu. Bahkan di beberapa warung apung wahana bermain anak seperti perahu bebek juga disediakan untuk menarik minat pengunjung. wrote:

Makam Ki Ageng Pandanaran wrote:
Tak jauh dari Rowo Jombor, tepatnya ke arah selatan terdatnya wisata religi Makam Pandanaran. Makam Tembayat, makam dari Sunan Bayat / Ki Ageng Pandanaran yang terletak di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, yang terletak di atas perbukitan Gunung Jabalkat. Lokasi makam yang berada di ketinggian 860 meter dpl ini dapat dicapai dengan terlebih dahulu menaiki 250 anak tangga. Sunan Bayat adalah seorang tokoh religius penyebar agama Islam di kawasan Jawa Tengah pada abad 16. Sunan Bayat berjuang menyebarkan agama Islam pada waktu yang sama dengan Wali Sanga. Dan karena kebesaran nama dan pengaruhnya, Sunan Bayat bahkan dianggap sebagai Wali yang kesepuluh dari Wali Sanga. Kebanyakan pengunjung yang datang ke kompleks pemakaman Sunan Bayat adalah para peziarah yang datang dari Jawa Tengah terutama Semarang. Hal ini bisa jadi karena latar belakang asal-usul Sunan yang datang dari Semarang sebelum menjalani hidup religius di bawah bimbingan Sunan Kalijaga. Selain makam Sunan Bayat, pengunjung juga dapat mengunjungi Masjid Golo, dengan bedugnya, yang dibangun oleh Sunan Bayat. Ada juga makam Syeh Domba di Gunung Cakaran, pengikut setia Sunan, yang diceritakan pernah berkepala domba karena merampok istri Sunan. Atau makam Syeh Kewel di Makam Sentana, pengikut setia Sunan, yang diceritakan pernah berkepala Ular karena juga turut merampok istri Sunan. wrote:

Oleh-Oleh Khasnya Apa? wrote:
Nah, ketika berkunjung ke Makam Sunan Tembayat nanti Agan akan melewati desa sentra industri gerabah dimana hasil kerajinan itu akan di pajang disepanjang jalan, silakan berbelanja gerabah untuk oleh-oleh keluarga di rumah atau sebagai koleksi. Selain itu setelah berkunjung ke Makam Tembayat, luangkan waktu untuk berkeliling kecamatan Bayat karena banyak sentra industri batik yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh selepas Agan pulang dari Klaten. Adapun untuk oleh-oleh makanan khas Klaten adalah Kripik Belut yang sangat mudah di dapatkan terutama di pasar tradisional dan toko pusat oleh-oleh. wrote:

Demikian Thread Sederhana Ane

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://genit.forumid.net
 
Di Klaten Ada Apa? Yuk Masuk Biar Tau...
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
GENIT :: Lounge-
Navigasi: